ORIENTASI GURU SEKOLAH MINGGU BUDDHIS

PP No. 55 Tahun 2007
Sekolah Minggu Buddha merupakan kegiatan belajar mengajar nonformal yang dilaksanakan di Vihara atau Cetya setiap hari Minggu secara rutin.
Sekolah Minggu Buddha bertujuan untuk menanamkan saddha/sraddha dan bhakti peserta didik dalam rangka meningkatkan keimanan umat Buddha secara berkesinambungan.
Sekolah Minggu Buddha merupakan pelengkap atau bagian dari pendidikan agama pada satuan pendidikan formal.
Kurikulum Sekolah Minggu Buddha memuat bahan kajian Paritta/Mantram, Dharmagita, Dhammapada, Meditasi, Jataka, Riwayat Hidup Buddha Gotama, dan Pokok-pokok Dasar Agama Buddha.
Tenaga Pendidik pada Sekolah Minggu Buddhis mencakup Bhikkhu/Bhiksu, Bhikkhuni/Bhiksuni, Samanera/Sramanera, Samaneri/Sramaneri, Pandita, Pendidik Agama, atau yang berkompetensi.
Pendidikan Agama
Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
Pendidikan agama bertujuan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Pendidikan Keagamaan
Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.
Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama.
Pendidikan keagamaan bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Konsep Pendidikan Buddhis
Terminologi “Sikkha” (education)
Dalam pengertian Buddhis manusia adalah “makhluk belajar”.
Seluruh kehidupan sebagai proses belajar.
Buddhisme merupakan suatu “Sistem Pendidikan” dengan gagasan bahwa manusia memiliki potensi untuk benar-benar membebaskan diri dari semua penderitaan melalui pemahaman benar (sammaditthi).
Penekanan pendidikan Buddha mengajar anak-anak cara belajar, cara menikmati belajar, untuk mencintai kebijaksanaan demi kepentingannya sendiri.
Memberlajarkan kematangan emosional yang memungkinkan untuk memanfaatkan pengetahuan, menciptakan kehidupan yang bahagia bagi diri sendiri, dan keluarga, serta memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat.
Apa Managemen
Proses pengkoordinasian aktivitas kerja beberapa orang, sehingga kerja bisa terselesaikan secara efektif dan efisien
Suatu proses merencana, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi secara efisien dan efektif.
Konsep Managemen
Manajemen merupakan ilmu dan seni mengelola sumber daya secara efesien dan efektif melalui kerjasama orang lain untuk mencapai tujuan bersama secara sistemik, dengan pembagian fungsi dan tugas yang rasional antara atasan dan bawahan sesuai proporsinya masing-masing
Kelembagaan
Kelembagaan itu bisa dimaknai sebuah bentuk organisasi formal untuk pencapaian tujuan bersama didalamnya tedapat hubungan interaksi yang teratur dan terkoordinasi secara integral pada suatu kelompok orang yang disebut atasan dan sekelompok orang yang disebut bawahan dengan masing-masing fihak mampu meminimalisir resiko dari sebuah wewenang dan tanggung jawab yang di emban.
Tujuan SMB Mahachulalongkorn Buddha College Thailand
1. Untuk menjadikan pemuda dan anak-anak akrab dengan Buddhisme.
2. Untuk menanamkan disiplin moral dan apresiasi budaya pada pemuda dan anak-anak.
3. Untuk mengajar para pemuda dan anak-anak menjalani kehidupan mereka sesuai dengan prinsip-prinsip Buddha.
4. Untuk melatih para pemuda dan anak-anak bekerja untuk kesejahteraan umum.
Manajemen Bebasis SMB
SMB merupakan pengembangan pendidikan non formal yang memiliki nilai lebih dari sekedar sumber keilmuan bahkan menjadi agent of change selain dari pada itu terdapat beberapa hal yang bersifat secret yang sangat perlu kita pelajari.
SMB lembaga pendidikan Buddhist yang umumnya dengan cara non-klasikal, pengajarnya seorang yang mempunyai ilmu agama Buddha, melalui kitab-kitab Tipitaka/Tripitaka.
SMB memiliki unsur-unsur pokok yaitu rohaniawan/tenaga pengajar, siswa, vihara/cetya, kelas/tempat khusus, dan pengajaran kitab-kitab Buddhis.
Indikator Manajemen Bebasis SMB
1.Partisipasi masyarakat diwadahi melalui pengurus vihara, organisasi pemuda, majelis, dan Sangha.
2.Transfaransi pengelolaan SMB (program dan anggaran)
3.Program SMB realistik – need assessment
4.Pemahaman stakeholder mengenai Visi dan Misi SMB
5.Lingkungan fisik SMB nyaman, terawat.
6.Iklim SMB kondusif
7.Berorientasi mutu, penciptaan budaya mutu
8. Meningkatnya kinerja profesional kepala sekolah dan guru
9. Kepemimpinan SMB berkembang demokratis
10. Upaya memenuhi fasilitas pendukung KBM
meningkat
11. Kesejahteraan guru meningkat
13. Pelayanan berorientasi pada siswa SMB.
Tujuan Manajemen Bebasis SMB
Meningkatkan mutu belajar siswa smb,
Menguatkan kapasitas pemimpin dan pengelola SMB,
Membangun partisipasi masyarakat, dan
Memungkinkan terjadinya pengambilan keputusan di tingkat lokal berdasarkan kebutuhan lokal.
Lembaga SMB Profesional
Pertama, pembaharuan dalam aspek regulasi, kelembagaan, manajemen, dan organisasi SMB.
Program yang berkenaan dengan pendidikan dan pembelajaran, bidang peralatan dan pergedungan, bidang sumber dana, bidang kaderisasi, serta bidang kesejahteraan .
Urusan keuangn menjadi tanggung jawab mandiri, terdiri dari peran pengurus senior dan guru yang secara periodic bisa diganti. Dengan demikian, pengaturan jalannya organisasi pendidikan menjadi dinamis, terbuka, dan objektif.
Kedua, pembaharuan dalam bidang kurikulum, kontektual dengan kehidupan nyata sekarang/kini.
Ketiga, pembaharuan metode dan system pendidikan.
Pengembangan aspek fisik, sosial, mental, dan intelektual.
Keseimbangan lima aspek: spiritual, intelektual, social, dan emosional.

About these ads

4 Comments

  1. MKASH INFONYA

  2. Siip Brow…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.